Sejarah Perkembangan Televisi Digital dan Televisi Analog

Halo, Jumpa lagi bersama saya, Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan mengenai Sejarah Perkembangan Televisi Digital dan Televisi Analog. Beberapa dari kalian mungkin sudah tau untuk televisi, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama-sama.

A. Sejarah Perkembangan Televisi

Siapa sih yang sekarang ini belum mengenal Televisi pastinya kalian tau kan televisi itu apa. Televisi saat ini sudah mempunyai kualitas gambar yang bagus dan banyak pilihan dari masing-masing merk dan kecanggihannya. Sebenarnya apa sih televisi itu.


Televisi adalah sebuah teknologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia. Perkembangan awalnya, televisi merupakan gabungan teknologi dari optik mekanik dan elektronik yang digunakan untuk merekam, menampilkan dan menyiarkan gambar visual. Apakah kalian tahu sebenarnya pembuatan televisi menggunakan ilmu fisika lho, jadi televisi merupakan karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun, awal dari televisi ini penemuan dasar yaitu hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday pada tahun 1831 yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik 1876. Berikut adalah perkembangan bagaimana televisi bisa terbentuk

  1. Tahun 1876, George Carey membuat selenium camera dimana digunakan untuk orang melihat gelombang listrik yang disebut katoda. Nah, disinilah gambar pertama berhasil dikirimkan secara elektrik yaitu melalui mesin faksimile mekanik sederhana. Eugeagai sinar katoda Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa dinamakan seb

  2. Tahun 1878, Konsep pertama pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik adalah konsep gabungan telepon dan gambar bergerak atau teleponoskop, tidak lama setelah penemuan telepon

  3. Tahun 1881, Pada tahun ini pertama kali mengirim gambar menggunakan sistem pemindaian gambar, yaitu menggunakan pantelgraf, yang menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Penggagas pertama yang menggunakan istilah televisi adalah Constatin Perskyl dari Rusia (1900)

  4. Tahun 1907, Campbell Swinton dan Boris Rosing melakukan percobaan terpsiah menggunakan sinar katoda untuk mengirim sebuah gambar

  5. Tahun 1940, Peter Goldmark menciptakan Televisi warna

  6. Tahun 1968, Lembaga RCA memperkenalkan ke dunia yaitu LCD dipimpin oleh George Heilmeier

  7. Tahun 1979, Perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru "Organic Light Emitting Diode" (OLED). Sejak itu mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Di lain waktu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan "thin film transfer" yang ringan.

  8. Tahun 1995, Proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Kemudian Larry Weber melakukan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita

  9. Tahun 2000,  Teknologi layar dari masing-masing jenis semakin disempurnakan. Dari LCD, Plasma terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya

Nah, sekarang kalian sudah tahu bagaimana sih sejarah dari televisi. Berikutnya kita akan membahas pengertian dari Televisi digital dan televisi analog

  • Televisi Digital

Penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. TV digital bukan artinya pesata televisinya yang digital. Namun sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau yang lebih tepatnya siaran digital (Digital Broadcasting). Televisi resollusi tinggi atau High-Definition Television (HDTV), yaitu standar televisi digital internasional disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dengan surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV Digital biasanya memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari tv standar lama. Penonton dapat melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna yang sudah matang, dan Depth Of Field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5x standar analog PAL.

  • Televisi Analog

mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.

B. Perbedaan Televisi Digital dan Analog

  • Kualitas gambar dan suara
    Siaran televisi digital terestrial menyajikan gambar dan suara yang jauh lebih stabil dan resolusi lebih tajam ketimbang analog. Hal ini dimungkinkan oleh penggunaan sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang mampu mengatasi efek lintas jamak (multipath). Pada sistem analog, efek lintasan jamak menimbulkan echo atau gaung yang berakibat munculnya gambar ganda (seakan ada bayangan).Penyiaran televisi digital menawarkan kualitas gambar yang sama dengan kualitas DVD, bahkan stasiun-stasiun televisi dapat memancarkan programnya dalam format 16:9 (layar lebar) dengan standar Standard Definition (SD) maupun High Definition (HD). Kualitas suara pun mampu mencapai kualitas CD Stereo, bahkan stasiun televisi dapat memancarkan suara dengan Surround Sound (Dolby DigitalTM).

  • Tahan perubahan lingkungan
    Siaran televisi digital terestrial memiliki ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi karena pergerakan pesawat penerima (untuk penerimaan mobile TV), misalnya di kendaraan yang bergerak, sehingga tidak terjadi gambar bergoyang atau berubah-ubah kualitasnya seperti pada TV analog saat ini.

  • Tahan terhadap efek interferensi
    Teknologi ini punya ketahanan terhadap efek interferensi, derau dan fading, serta kemudahannya untuk dilakukan proses perbaikan (recovery) terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman atau transmisi sinyal. Perbaikan akan dilakukan di bagian penerima dengan suatu kode koreksi error (error correction code) tertentu.

  • Efisiensi spektrum/kanal
    Teknologi siaran televisi digital lebih efisien dalam pemanfaatan spektrum dibanding siaran televisi analog. Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk siaran televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital sehingga tidak perlu ada perubahan pita alokasi baik VHF maupun UHF. Sedangkan lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6, artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital untuk lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplex dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda tentunya.
    Dalam bahasa yang sederhana, ini berarti dalam satu frekuensi dapat digunakan untuk enam siaran yang berbeda. Ini jauh lebih efisien dibanding dengan siaran analog dimana satu frekuensi hanya untuk satu siaran saja. Dengan keunggulan ini, keterbatasan jumlah kanal dalam spektrum frekuensi siaran yang menjadi penghambat perkembangan industri pertelevisian di era analog dapat diatasi dan memungkinkan munculnya stasiun-stasiun televisi baru yang lebih banyak dengan program yang lebih bervariasi.

C. Kelebihan dan Kekurangan TV Analog dan TV Digital

Tv Digital


Kelebihan TV Digital memiliki kualitas visual dan audio yang lebih bagus dari pada TV analog. Selain itu yang terpenting adalah dari aspek regulasi, akan terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa sehingga dapat menampung sekian banyak perusahaan baru yang akan bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital. Dengan demikian akan dapat dihindari adanya monopoli penyelenggaraan televisi digital di Indonesia.
International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional memberi kebijakan konversi ke penyiaran digital  kepada seluruh negara di dunia, agar paling lambat 17 Juni 2015.  Berdasarkan kebijakan ini TV analog atau TV biasa yang kita tonton sehari-hari bakal tidak bisa digunakan sehingga mau tidak mau masyarakat harus berganti ke TV yang bisa menangkap siaran digital.

Tv Analog


Pertama kali ada televisi, model dari televisi masih menggunakan konsep TV analog, kualitas gambar yang didapat masih sangat jelek, masih banyak sekali gangguan, terutama di noise gambar. TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat dan tidak juga hemat listrik. Karena banyak kelemahan tersebut, maka dibuatkan TV generasi berikutnya yang tujuannya untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan tersebut.
Sekarang siaran TV yang mulai digunakan adalah Digital TV (DTV). DTV adalah transmisi sinyal yang menggunakan kode 01. Pada penyiaran on air, DTV dipancarkan menggunakan Ultra High Frequency (UHF) dengan spektrum radio mulai dari 6 MHz. Kualitas gambar sangat jernih meski dalam TV berukuran kecil. Resolusi DTV mencapai 704 pixel sehingga gambar tetap jernih meski tampil pada layar besar. Untuk video, karena dukungan resolusi yang tinggi, maka tampilan gambar per frame tidak akan menghasilkan kedipan. Beda dengan TV analog yang bila dipakai untuk video dan dipaksakan pada layar besar, gambar akan menjadi buram dan terputus-putus. DTV juga mendukung siaran HDTV.


D. Perkembangan Terbaru Televisi

  1. Televisi Digital SDTV (Standard Definition Television) dan HDTV (High
    Definition Television)

    bahkan saat ini sudah berkembang UHDTV (Ultra

    High Definition Television), 4K TV yang telah menjadi standar televisi

    digital internasional.

  2. Akses sinyal televisi digital dapat menggunakan koneksi internet sehingga
    disebut dengan smart televisi

  3. Smart TV memiliki kemampuan mengakses berbagai konten dan terkoneksi
    melalui Internet tanpa batas, termasuk bermain games dan mengakses
    hiburan online lainnya. Televisi ini juga dapat terhubung dengan berbagai
    gadget lain seperti handphon dengan mempergunakan wifi

Sekian ya pembahasan untuk televisi digital dan analog. Kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum wr wb.


REFERENCES

Comments

Popular posts from this blog

Musik Digital: Produksi, Distribusi dan Konsumsi

Perbedaan Algoritma DDA, Bresenham dan Midpoint Circle