Kamera : Media mengekspresikan diri selain tulisan

 

Kamera DSLR

        
        Apakah kalian tahu kamera ?  Pastinya sudah tahu dong ya, nah biasanya kamera seperti digambar itu digunakan untuk mengambil gambar dan juga video.  Gak hanya jenis kamera DSLR aja, banyak jenis-jenis kamera di dunia dan punya penggunaannya masing-masing. Simak yuk ada berapa banyak jenis kamera sih.


        Kamera video merupakan kamera yang berfungsi untuk mengambil gambar bergerak secara elektronik yang bertujuan untuk produksi televisi siaran atau produksi video. Selain itu, kamera juga bisa digunakan untuk keamanan contohnya cctv, dan kesehatan         


Berbeda dengan produksi televisi siaran dimana pengambilan gambar ditujukan untuk disiarkan kepada khalayak umum secara luas, produksi video umumnya ditujukan untuk pembuatan program non-siaran. Produksi video umumnya didistribusikan melalui DVD atau secara daring misalnya melalui situs YouTube atau media sosial lainnya. Kini, seiring dengan sejarah perkembangan teknologi komunikasi, berbagai stasiun televisi telah memanfaatkan kehadiran internet sebagai alat komunikasi guna mendistribusikan produksi televisi secara non-siaran atau secara daring.


Sebagaimana dalam fotografi, kamera video adalah perangkat utama yang mutlak ada dalam produksi televisi siaran. Seorang operator kamera dalam produksi televisi siaran harus memahami berbagai teknik dasar fotografi, macam-macam lensa kamera, macam-macam komposisi fotografi, dan lain-lain. Selain itu, operator kamera juga harus mengenali kamera dengan baik agar dapat mengambil gambar dengan baik dan lebih kreatif sehingga dapat berkomunikasi secara visual sehingga komunikasi yang efektif pun dapat tercapai.


Sejak awal kemunculannya hingga kini, terdapat berbagai jenis kamera video dengan ukuran dan bentuk yang beragam yang disesuaikan dengan berbagai macam situasi. Berikut adalah beberapa jenis kamera video yang digunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya adalah :

  1. Kamera Studio

Kamera studio biasanya berukuran sangat besar dan cukup berat untuk digunakan dilapangan. Karena itu, dalam penggunaannya harus disertai tripod. Untuk mendukung pergerakan kamera, kaki tripod dipasang dengan roda yang disebut dolly. Selain tripod, kamera studio juga dikendalikan oleh pedestal studio yaitu sebuah kolom tunggal yang terdapat dalam roda untuk mendukung kamera dan dikendalikan dengan mekanisme hidrolik atau pneumatik. Kamera studio umumnya digunakan untuk berbagai program televisi yang dilakukan dalam studio televisi dan membutuhkan lebih dari satu.



  1. Kamera Lapangan

        Ketika kamera studio digunakan dilapangan untuk meliputi berbagai kegiatan seperti kegiatan olah raga maka kamera tersebut dinamakan kamera lapangan. Perbedaan dengan kamera studio adalah terletak pada jenis lensa yang digunakan. Biasanya kamera lapangan menggunakan lensa yang memiliki rasio zoom yang tinggi dan berukuran lebih besar dibandingkan dengan kamera studio.


  1. Kamera HDV Camcorder

Camcorder atau camera dan recorder adalah kamera video portable yang dengan videotape recorder atau alat perekam lainnya yang dipasang pada kamera untuk membentuk satu unit kamera. Camcorder pada umumnya dapat dibawa, dan sebagian digunakan untuk produksi televisi siaran. 


  1. Kamera EFP

Kamera Electronic Field Production atau kamera EFP adalah kamera berkualitas tinggi yang memiliki kemiripan dengan kamera studio yang digunakan terutama pada konfigurasi kamera. Kamera EFP hampir tidak pernah digunakan untuk electronic news gathering (ENG) namun digunakan diluar studio untuk membuat film dokumenter, meliputi konser, serta olahraga. Seluruh pengambilan gambar ditujukan untuk pengeditan pasca produksi.




  1. Kamera DSLR

Kamera DSLR sejatinya dirancang untuk fotografi. Dikarenakan kamera DSLR sensor yang tinggi dan dapat menghasilkan gambar yang berkualitas, terkadang kamera DSLR digunakan juga untuk produksi video atau pembuatan film. Resolusi tinggi yang disandingkan dengan memori kapasitas besar menjadikan kamera DSLR sebuah kamera yang atraktif yang tidak hanya dapat digunakan dalam fotografi melainkan juga pembuatan film.


  1. Kamera ENG

    Kamera electronic news gathering (ENG) awalnya dirancang untuk digunakan oleh operator kamera berita dalam jurnalistik televisi. Namun, kini kamera ENG juga digunakan untuk produksi video lainnya seperti pemutaran drama, dokumenter, pembuatan film dan video pelatihan perusahaan. Kamera ENG berukuran besar dan lebih berat dan biasanya dilengkapi dengan dudukan kamera pada bahu agar kamera dapat ditempatkan di bahu operator kamera dengan baik.  Umumnya kamera ini dibawa dengan menggunakan tangan sehingga memudahkan untuk mengontrol lensa zoom bekerja.


  1. Kamera Sinema Digital

    Merupakan kamera HDTV super khusus atau camcorder yang dapat menghasilkan gambar beresolusi tinggi secara ekstrem. Kamera sinema digital maksudnya kita menggunakan sebuah kamera televisi digital atau camcorder untuk membuat film. Kamera ini memiliki sensor CMOS (Complementary metal-oxide-semiconductor) sangat tinggi. Kamera sinema digital dirancang mirip dengan kamera televisi camcorder yang dapat menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

  1. Kamera HDTV

       Digunakan dalam studio dan lapangan. Umumnya kamera ini menghasilkan gambar yang lebih tajam , warna yang lebih baik dalam kontras antara gelap dan terang dibandingkan kamera televisi standar. Untuk mencapai gambar yang memiliki tingkat resolusi yang tinggi, HDTV tidak dapat bergantung pada improvisasi sistem pemindaian melainkan membutuhkan CCD yang berkualitas tinggi, lensa spesifik, alat pemrosesan sinyal, viewfinder dan monitor yang dapat mengakomodasi  gambar secara horizontal dengan aspek rasio 16×8.


  1. CCTV

    CCTV atau closed-circuit television umumnya menggunakan kamera pan tilt zoom (PTZ) dan diperuntukkan bagi pengawasan dan/atau tujuan tertentu. Beberapa kamera CCTV dirancang berukuran kecil, mudah disembunyikan, dan mampu beroperasi tanpa pengawasan.


Kamera CCTV umumnya digunakan dalam dunia industri atau ilmiah yang terkadang berada dalam lingkungan yang tidak dapat diakses secara normal atau menimbulkan ketidaknyaman bagi manusia, misalnya akibat radiasi, paparan racun kimia, suhu tinggi, dan lain-lain.




REFERENSI : 



Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Perkembangan Televisi Digital dan Televisi Analog

Musik Digital: Produksi, Distribusi dan Konsumsi

Perbedaan Algoritma DDA, Bresenham dan Midpoint Circle