Tugas Web Science Minggu 2
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tugas 2 (UGCTAG)
Pengantar Web Science
Kelompok
5 (2IA16)
Erlan
Herlangga (50420421)
Eva
Novia Manik (50420424)
Fajar
Arahman (50420445)
22/03/2022
(Jurnal 1)
Pengaruh User Generated Content terhadap sosmed atau kegiatan
bisnis
IDENTITAS JURNAL
Judul
Jurnal : Pengaruh User-Generated Content
(UGC) Dan
Kualitas Produk Terhadap
Minat Beli Konsumen Dapur
Mbok Sarminah
Penerbit :
-
Volume : 5
Nomor : 1
Tahun
: 2020
Penulis
: Vania Jovita Putri
Instansi :Universitas Ciputra
Latar
belakang dari penelitian ini berdasarkan permasalahan pada penjualan dan hasil
survei kepada calon konsumen Dapur Mbok Sarminah yang berada di kota Suabaya
atas usergenerated content (UGC), kualitas produk, dan minat beli terhadap
konsumen Dapur Mbok Sarminah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah user-generated content dan kualitas produk berpengaruh terhadap minat
beli konsumen Dapur Mbok Sarminah. Populasi dalam penelitian ini adalah 100
orang, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan
teknik purposive sampling dengan kriteria orang yang mengetahui produk-produk
Dapur Mbok Sarminah dan yang pernah melakukan pembelian produk-produk Dapur
Mbok Sarminah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan
kuisioner dan dianalisis dengan analisis kuantitatif dengan SPSS versi 20.
Dapur
Mbok Sarminah adalah bisnis yang berdiri di bidang makanan Indonesia, bisnis
ini didirikan oleh 5 orang anggota dan berdiri sejak 10 Agustus 2016. Sejauh
ini kami mempunyai tiga produk, yaitu tahu walik, nasi uduk ayam, dan nasi
empal jamur.
User
Generated Content. Menurut Cahyono (2017) User – Generated Content (UGC) adalah
ulasan yang dibuat oleh user yang dilakukan oleh pelanggan dari brand tersebut.
Kualitas
Produk Menurut Kotler (2005) kualitas produk adalah seluruh ciri khas dari
suatu produk atau jasa yang mempunyai manfaat untuk memuaskan kebutuhan manusia
Minat
Beli Menurut Kotler (2002) dalam Onggusti & Alfonso (2015) minat beli
adalah sikap yang muncul sebagai respon terhadap barang yang menunjukkan
keinginan konsumen untuk melakukan pembelian.
Hipotesis
Berikut adalah hipotesis untuk pnelitian ini :
·
H1 : User-generated Content (UGC) (X1)
berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli (Y)
·
H2 : Kualitas Produk (X2) berpengaruh
secara signifikan terhadap minat beli (Y).
Metode pengumpulan data
Penelitian
ini memiliki 2 sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang dibuat peneliti untuk bertujuan untuk menyelesaikan masalah
penelitian(Malhotra, dalam Ong dan Sugiharto, 2013). Sumber data primer dari
penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuisioner yang dilakukan oleh
peneliti. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk maksud selain untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi (Malhotra, dalam Ong dan Sugiharto, 2013).
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan
media online sebagai informasi pendukung penelitian.
Pada
Saat ini, salah satu metode yang dapat menaikkan tingkat penjualan adalah
User-generated content (UGC). UGC merupakan salah satu kunci kesuksesan
marketing di era globalisasi saat ini (Mustofa, 2017). Karena menurunnya
penjualan yang disebabkan karena kurangnya ulasan dari pelanggan yang pernah
membeli produk Dapur Mbok Sarminah, hal ini menyebabkan menurunnya kepercayaan
konsumen. Sebelum melakukan pembelian, sebanyak 61% pelanggan membaca ulasan
mengenai produk yang akan di beli. Dengan adanya kolom ulasan, pelanggan dapat
mengetahui keunggulan dan kelemahan dari produk yang akan dibeli. Itulah
mengapa diperlukannya implementasi dari user generated content ini.
Hasil Penelitian
·
Pengaruh User-Generated Content terhadap
Minat Beli
Berdasarkan
hasil jawaban responden, pernyataan X1.1 dan X1.2 memiliki nilai rata-rata
tertinggi yaitu 4.06. Data tersebut menunjukkan jika responden setuju dengan
informasi dan review tentang pengalaman pelanggan lain yang pernah membeli
produk dapur Mbok Sarminah. Minat beli akan mengikuti informasi yang diberikan
oleh user generated content pada user atau konsumen lainnya.
·
Pengaruh Kualitas Produk terhadap Minat
Beli
Kualitas
produk turut mempengaruhi minat beli konsumen. Konsumen yang merasa diuntungkan
oleh kualitas produk secara subjektif dan objektif, tentunya akan berminat
untuk membeli ulang produk tersebut. Produk yang bermanfaat dan istimewa selalu
menarik konsumen. Jika kebutuhan konsumen tercukupi dari kualitas produk
tersebut, maka ia cenderung berminat untuk membeli ulang. Namun konsumen yang
merasa kualitas produk tersebut belum mencukupi harapannya, ia akan cenderung
mencari produk lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa kualitas produk mempengaruhi minat beli konsumen.
Kesimpulan
User-
generated content berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen Dapur
Mbok sarminah. Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli
konsumen Dapur Mbok Sarminah. Sebagai usaha kuliner, sudah sewajibnya mengikuti
perkembangan teknologi dan gaya hidup. Penggunaan user generated content perlu
dimaksimalkan. Memaksimalkan user generated content dapat dimulai dari dapur
Mbok Sarminah, yaitu dengan mengadakan promosi-promosi apabila konsumen
melakukan ulasan secara daring. Selain itu, makanan yang dijual tetap harus
diperhatikan kualitasnya mulai dari kebersihan, cita rasa, hingga porsi
makanan. Kualitas produk merupakan faktor yang vital dalam membina usaha
kuliner. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pada penelitian
selanjutnya.
(Jurnal 2)
Folksonomy: Pengaruh tagline terhadap pembelian /
penjualan / brand amabasador / brand image / dll
IDENTITAS JURNAL
Judul
Jurnal : Pengaruh Tagline dan
Celebrity Endorser Terhadap Brand Awareness dan
dampaknya
terhadap Behavioural Intention
Produk Kuku Bima Ener-G di
wilayah Jakarta
Penerbit :
-
Volume : 21
Nomor : 1
Tahun
: 2019
Penulis
: Eric Kurnia Abdillah,
Derriawan, Djoharsyah Mx.
Instansi : Universitas
Borobudur
Latar
belakang
Dalam
menghadapi situasi bisnis yang begitu kompleks dan dinamis saat ini guna
pemenuhan kepuasan konsumen, perusahaan dituntut tidak hanya berfokus pada
strategi untuk saat ini saja, namun perusahaan perlu memiliki pola pikir yang
progresif dalam menjalankan operasi bisnis mereka. Salah satu aspek yang sangat
penting dalam penerapan strategi bisnis perusahaan adalah pemasaran. Pendekatan
pemasaran tidak lepas dari sisi konsumen, sebab konsumen mempunyai peranan
penting, dimana konsumen berfungsi sebagai alat ukur dalam menentukan
keberhasilan suatu barang atau jasa.
Strategi
lain untuk meningkatkan kesan yang mendalam kampanye iklan yang sering
digunakan adalah tagline. Penggunaan tagline dalam iklan di media televisi
merupakan hal yang sudah lazim dilakukan, dan diharapkan dengan tagline
tersebut, akan mampu memberikan kesan mendalam yang mudah diingat dalam benak
konsumen. Dan pada akhirnya nanti, iklan yang memberikan kesan kepada pemirsa
(audience) diharapkan akan mampu juga dalam meningkatkan brand awareness
Untuk
mengenal suatu produk selain dengan merek, dan untuk memberikan atau bahkan
meningkatkan fungsi merek, diperlukan menanamkan brand awareness atau
keberadaan merek dalam benak konsumen, dengan tujuan membedakan produk satu
dengan produk yang lain atau produk-produk pesaing. Dengan adanya keberadaan
merek dalam benak konsumen, maka diharapkan konsumen akan lebih mengerti
tentang merek. Namun, oleh karena merek hanya merupakan suatu identitas, maka
yang lebih penting adalah mengenai nilai produk dan kualitas yang ada pada
produk tersebut untuk pemenuhan kebutuhan konsumen yang diharapkan, serta
seberapa dekat minat pembeli atas suatu produk dengan kinerja yang dirasakan
pembeli atas produk tersebut untuk menciptakan keputusan pembelian oleh
konsumen. Minat berperilaku membeli (behavioural intention) adalah jenis
pengambilan keputusan mengenai alasan mengapa pelanggan cenderung membeli merek
tertentu. Adapun jika kinerja produk lebih rendah dari pada harapan pembeli,
maka pembeli akan kecewa, dan jika sesuai dengan harapan, pembeli akan puas.
Perasaan-perasaan ini akan membedakan apakah pembeli akan membeli
Berdasarkan
informasi tersebut, tentu akan menjadi sangat menarik untuk terus mengetahui
strategi merek demi mempertahankan konsumen, menambah jumlah mereka, dan
pastinya meningkatkan penjualan Kuku Bima Ener-G yang sampai saat ini strategi
pemasarannnya memperkuat celebrity endorser dan tagline dalam iklan-iklannya.
Landasan
teori
Behavioral intention merupakan
kemauan untuk merekomendasikan layanan kepada orang lain dan kemauan untuk
melakukan pembelian ulang. Konsumen, ketika dirinya merasa puas terhadap suatu
produk, maka dirinya tidak akan segan untuk merekomendasikan produk tersebut
kepada orang lain serta melakukan pembelian ulang.
Tagline merupakan suatu urutan
kata-kata atau suku kata pendek yang ekspresif yang digunakan untuk
mengkomunikasikan dan mendramatisir manfaat-manfaat fungsional dan emosional dari
brandbagi para pelanggan dan pelanggan potensial dalam usaha untuk memengaruhi
perasaan konsumen terhadap brand tersebut.
Brand Awareness (kesadaran merek) adalah kesanggupan seorang
calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek
merupakan bagian dari kategori produk tertentu.
Celebrity endorser adalah seorang figure
terkenal yang meminjamkan namanya dan memerankan dirinya sebagai konsumen
perwakilan sebuah produk atau jasa suatu perusahaan. Komunikasi pemasaran merupakan cara yang
digunakan perusahaan untuk menginformasikan, mempersuasi dan mengingatkan
konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai merek atau produk
yang mereka jual.
Metode Yang Digunakan
Metode
analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode
kuantitatif menginterpetasikan hasil-hasil dari kuisioner. Penelitian
deskriptif merupakan suatu penelitian yang banyak digunakan dan dikembangkan
dalam penelitian-penelitian ilmu sosial (Singarimbun, 1995:3). Hasil analisis
statistik yang diperoleh selanjutnya akan dijelaskan atau diuraikan secara
mendalam dengan bentuk deskripsi. Data yang digunakan adalah data primer dan
data sekunder dengan pengambilan sample mengunakan probability sampling dan
simple random sampling kemudian data yang terkumpul akan diolah mengunakan
metode alat uji statistik SPSS (Statistical Package for the Social Sciences).
Penelitian
ini bersifat eksploratif dan berusaha mengungkap keadaan sebenarnya dan
menggunakan skala Likert, yaitu menghadapkan responden terhadap pernyataan
menyangkut tanggapan konsumen mengenai pengaruh tagline dan celebrity endorser
terhadap brand awareness dan dampaknya terhadap behavioural intention.
Alasan
diperlukannya implementasi tagline tersebut
Iklan-iklan
Kuku Bima Ener-G memanfaatkan tagline yang diharapkan mampu meningkatkan brand
awareness masyarakat. Berdasarkan hasil olah data, menginterpretasikan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan antara tagline terhadap brand awareness
produk Kuku Bima Ener-G. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaaan tagline
dalam iklan telah efektif membuat konsumen dapat sadar akan merek atau selalu ingat
terhadap merek tersebut. Berdasarkan beberapa pernyataan diatas, tagline Kuku
Bima Ener-G dalam pemasarannya, diharapkan telah sesuai dan dengan mudah dapat
diterima oleh masyarakat luas. Penggunaan tagline “rossa” yang dibaca “rosso”
menjadi ciri khas dari produk Kuku Bima Ener-G yang mengkomunikasikan
nilai-nilai dari produk tersebut.
Kesimpulan
1.
Terdapat
pengaruh yang signifikan antara celebrity endorser terhadap brand awareness
produk Kuku Bima Ener-G.
2.
Terdapat
pengaruh yang signifikan antara tagline terhadap brand awareness produk Kuku
Bima Ener-G.
3.
Terdapat
pengaruh yang signifikan antara tagline dan celebrity endorser secara
bersama-sama terhadap brand awareness produk Kuku Bima Ener-G.
4.
Tidak
terdapat pengaruh yang signifikan antara Tagline terhadap behavioural intention
produk Kuku Bima Ener-G.
5.
Tidak
terdapat pengaruh yang signifikan antara celebrity endorser terhadap
behavioural intention produk Kuku Bima Ener-G.
6.
Terdapat
pengaruh yang signifikan antara brand awareness terhadap behavioural intention
produk Kuku Bima Ener-G.
(Jurnal 3)
Taksonomi : terkait peringkat suatu tag line or tagar
IDENTITAS JURNAL
Judul
Jurnal : Efektivitas Tagline
#DijaminOri Terhadap Brand Awareness E-Commerce JD.ID
Penerbit :
-
Volume : 1
Nomor : 04
Tahun
: Desember 2018
Penulis
: Muammad Rizky Nugroho &
Dominica A. Widyastuti
Instansi : Journal Of Entrepreneurship, Management, and Industry
(JEMI)
Latar
Belakang
Konsumen
Indonesia mulai tahun 2013 menurut penelitian dari Nielsen Indonesia pada
triwulan pertamanya, mulai menyukai belanja online dimana meningkatnya
penetrasi pasar internet di Indonesia. Menurut Menurut Laudon (2009) electronic
commerce (e-commerce) dalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk
secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan
dengan komputer sebagai perantara
transaksi bisnis. E-Commerce berguna dalam mengurangi biaya administrasi dan
waktu siklus proses bisnis, dan meningkatkan hubungan dengan kedua mitra bisnis
dan pelanggan Menurut Riset yang dilakukan oleh Asosiasi E-commerce Indonesia,
nilai pasar e-commerce Indonesia pada tahun 2013 mencapai Rp 94,5 triliun,
sedangkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 295 triliun (setiawan, 2014).
Kebanyakan konsumen di Indonesia berbelanja di Internet karena ada nya rasa
nyaman. Barang yang paling banyak dibeli di toko online adalah fashion 78%,
electronic 43%, groceries 24%.
JD.ID adalah perusahaan mal online yang beroperasi di
Jakarta, yang merupakan anak perusahaan dari JD.com mulai beroperasi di Indonesia sejak Oktober 2015.
Keputusan JD.com untuk memasuki industri e-commerce Indonesia dirasa cukup
tepat. Dengan jumlah populasi yang sangat besar, Indonesia menyimpan potensi
ekonomi digital di masa yang akan datang seiring berkembangnya teknologi dan
media sosial. JD.ID membuat
satu kampanye pemasaran yang bertagline #DijaminOri, diperuntukkan untuk
seluruh pelanggan di Indonesia. Tagline ini dibuat berangkat dari kondisi
industri e-commerce di Indonesia yang secara umum menawarkan hal yang sama dari
ragam pilihan produk, harga yang paling murah, hingga gratis ongkir. Salah satu
strategi JD.ID dengan berani mengeluarkan tagline #dijamin ori, melihat banyaknya
keluhan dari lapisan masyarakat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). JD.ID
melakukan kampanye ini karena mereka menganggap masih banyak e-commerce yang
menjual produk tidak orisinil. Terdapat beberapa jenis produk yang masih sering
dipalsukan, antara lain adalah sepatu, pakaian, tas, bahkan barang elektronik.
Selain karena alasan tersebut, JD.ID yang tergolong baru di industri e-commerce
Indonesia, butuh akan kesadaran merek (brand awareness).
Landasan Teori
Menurut
Laudon (2009), e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk produk
secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer
sebagai perantara transaksi bisnis Menurut Organization for Economic Cooperation
and Development (OECD): ecommerce adalah transaksi berdasarkan proses dan
transmisi data secara elektronik. Menurut
Bajaj dan Nag (2005), e-commerce membantu melakukan perdagangan tradisional
melalui cara-cara baru mentransfer dan memproses informasi, karena informasi
merupakan inti dari semua kegiatan komersial. Menurut Hoffman and Fodor (2010), e-commerce dapat
berjalan dengan baik apabila dijalankan berdasarkan prinsip 4C, yaitu:
connection (koneksi), creation (penciptaan), consumption (konsumsi) dan control
(pengendalian). Prinsip-prinsip ini dapat memotivasi konsumen yang mengarah
pada Return Of Investment (ROI) perusahaan, yang diukur dengan partisipasi
aktif seperti feedback atau review konsumen, dan share atau merekomendasikan
kepada pengguna lain. (Hoffman & Fodor, 2010)
Tagline
adalah bagian penting dari sebuah iklan, biasanya terdiri dari kalimat yang
singkat, padat, dan mudah diingat. Menurut Swartz yang dikutip dari Rustan
(2009) mendefinisikan bahwa tagline merupakan susunan kata yang ringkas, biasanya
tidak lebih dari 7 kata, diletakkan mendampingi logo dan mengandung pesan brand
yang kuat, dan ditujukan kepada audience tertentu (Rustan, 2009). Tagline adalah
bagian dari iklan yang biasa digunakan sebagai penutup pesan agar konsumen
mudah mengingat isi pesan iklan dan mempunyai daya pembeda dari iklan-iklan
pesaingnya (Chaidir, 2018). Menurut Knapp (2001) yang dikutip dari Chaidir
(2018), tagline merupakan suatu urutan kata-kata atau suku kata pendek yang
ekspresif yang digunakan untuk mengkomunikasikan dan mendramatisir
manfaat-manfaat fungsional dan emosional dari brand bagi para pelanggan dan
pelanggan potensial dalam usaha untuk memengaruhi perasaan konsumen terhadap
brand tersebut.
Menurut
(Durianto, 2004), mendefinisikan kesadaran merek (brand awareness) adalah
kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu
merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Terdapat empat
tingkatan kesadaran merek yaitu:
1.
Top
of mind (puncak pikiran) adalah merek yang disebutkan pertama kali oleh konsumen atau
yang pertama kali muncul dalam benak konsumen.
2.
Brand
recall (pengingatan kembali terhadap merek) adalah pengingatan kembali terhadap
merek tanpa bantuan (unaided recall).
3.
Brand
recognition (pengenalan merek) adalah tingkat minimal brand awareness, di mana
pengenalan suatu merek muncul lagi setelah dilakukan pengingatan kembali lewat
bantuan (aided recall)
4.
Unaware
of brand (tidak menyadari merek) adalah tingkat paling rendah dalam piramida
brand awareness, di mana konsumen tidak menyadari adanya suatu merek
Sumber data yang digunakan
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan
pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan
keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui (Darmawan, 2013). Metode
penelitian yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data diperoleh
dengan menggunakan kuisioner. Penelitian menggunakan sampel 100 Responden. Hipotesis
yang digunakan pada penelitian ini adalah H0 : Tagline iklan berpengaruh
positif pada brand awareness
Alasan mengapa diperlukan implementasi tagline
Perlu diketahui pula bahwa
tagline yang baik terdapat beberapa indikator penting sebagai penunjang
keberhasilan tagline dalam menjalankan fungsinya Tagline iklan berpengaruh positif pada brand
awareness, dapat diterima. Hal ini berarti sebuah tagline yang baik dan mudah
diingat akan membuat masyarakat mengenali sebuah merek. Dari yang tadinya tidak
mengetahui apa – apa mengenai sebuah merek (unaware of brand), sampai menjadi
merek yang diingat ketika ingin melakukan sebuah pembelian di e-commerce.
Penjelasan dari pembahasan/kesimpulan jurnal
Tagline
yang baik terdapat beberapa indikator penting sebagai penunjang keberhasilan
tagline dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini menggunakan tiga indikator
untuk menilai sebuah tagline. Indikator tersebut berupa Familiarity,
Differentiation, and Message/Value. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa
Tagline iklan berpengaruh positif pada brand awareness, dapat diterima. Hal ini
berarti sebuah tagline yang baik dan mudah diingat akan membuat masyarakat
mengenali sebuah merek. Dari yang tadinya tidak mengetahui apa – apa mengenai
sebuah merek (unaware of brand), sampai menjadi merek yang diingat ketika ingin
melakukan sebuah pembelian di e-commerce. Tagline ini JD.ID ingin menyampaikan pada masyarakat
bahwa JD.ID ingin selalu memberikan jaminan yang tidak diberikan oleh
kompetitornya, yaitu jaminan keaslian barang yang dibeli
Comments
Post a Comment