Tugas Web Science Minggu 4

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas VClass 1 


Pengantar Web Science

 

Kelompok 5 (2IA16)

Erlan Herlangga (50420421)

Eva Novia Manik (50420424)

Fajar Arahman (50420445)

 

25/03/2022

 


 

Identitas Jurnal

 

Judul Jurnal     : Pengembangan Web Mash-Up Promosi Wisata Dan Budaya Desa Kampung

  Anyar Dengan Perlindungan Nilai Lokal Melalui Content Curation

Penerbit           : -

Volume           : 1

Nomor             : 2

Tahun              : 2019

Penulis            : Eka Mistiko Rini, Muh Fuad Al Haris, Dianni Yusuf

Instansi            : Politeknik Negeri Banyuwangi

 

Latar belakang

Promosi wisata dan budaya yang telah dilakukan seperti ulasan berita, artikel dan video banyak ditemukan dengan melalui internet dari ulasan-ulasan di blog pribadi, web, portal, youtube, ataupun berbagai media sosial yang menjadi rujukan wisatawan untuk datang ke destinasi wisata di Desa Kampung Anyar. Tetapi tidak semua ulasan di internet memberikan informasi yang akurat, menjelaskan lengkap atau mengangkat lebih dalam keaneragaman wisata dan budaya lokal yang dikaitkan dengan aktivitas yang menguatkan nilai lokal seperti kegiatan adat masyarakat, pesta kuliner lokal, pentas musik tradisional, penunjuk wisata, berita terkini mengenai pengalaman wisatawan dari sosial media.

Hal ini dapat melemahkan dan mengaburkan identitas masyarakatnya sebagai pemilik adat, wisata dan budaya lokal sehingga kurang mendukung implementasi strategi pariwisata. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini dikemukakan solusi dalam pengembangan promosi wisata dan budaya berbasis web dengan melindungi nilai lokal melalui metode content curation.

 

Landasan teori

Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet. Website merupakan komponent atau kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara, animasi sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk dikunjungi.

Mashup adalah suatu istilah di dunia web yang merupakan perpanjangan dari bentuk portal yang sudah ada sebelumnya. Mashup adalah campuran konten atau elemen dari berbagai situs web. Sebagai contoh, sebuah aplikasi yang dibangun dari modul-modul yang diambil dari berbagai sumber dapat dikatakan sebagai mashup.

Mashup merupakan aplikasi web yang mengkombinasikan konten dari banyak sumber ke dalam sebuah portal yang terintegrasi. Hal ini juga merupakan definisi dari semantik web. Istilah mashup muncul pada tahun 2006, merupakan paradigma baru yang diharapkan dapat menjadi pencatu kemajuan pada web 2.0. Konten mashup diambil dengan Application Programming Interface (API) yang melekat dengan RSS atau AtomFeeds dengan data web. Dengan demikian, ekstraksi informasi menjadi hal yang cukup menarik. Desainer aplikasi mashup adalah pengguna di perusahaan yang membutuhkan aplikasi khusus (ad-hoc) tanpa perlu melibatkan personil teknologi informasi atau pemakai akhir

Menurut Rohit Bhargava, content curation berarti proses terus-menerus yang mendapatkan, mengelompokkan, mengaturr, membagi konten terbaik yang paling pada bidang tertentu melalui media online.

Content curation merupakan aktivitas untuk menyaring atau memfilter informasi dari Internet dengan membuang informasi yang tidak relevan sesuai yang ditentukan dan menyebarkannya kembali sebagai informasi yang akurat untuk sasaran target tertentu

Konten web adalah konten tekstual, visual, atau aural yang ditemui sebagai bagian dari pengalaman pengguna di situs web. Ini mungkin termasuk-antara lain-teks, gambar, suara, video, dan animasi. Konten web mengacu pada konten tekstual, aural, atau visual yang dipublikasikan di situs web. Konten berarti elemen kreatif apa pun, misalnya, teks, aplikasi, gambar, pesan email yang diarsipkan, data, layanan elektronik, file audio dan video, dan sebagainya

Pariwisata berasal dari dilaksanakannya kegiatan wisata (tour), yaitu suatu aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, di luar tempat tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apa pun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji (Muljadi, 2012).

Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain

Obyek wisata adalah segala sesuatu yang memilik keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan (Ridwan, 2012).

 

 

Sumber data (metode yg digunakan)

·         Penelusuran dan penentuan sumber daya konten wisata dan budaya lokal di desa kampung anyar digali dari sumber:

o   Blog / web komunitas dari pegiat wisata dan budaya desa kampung anyar

o   Portal web agen travel (perjalanan) wisata lokal Banyuwangi

o   Portal web berita yang memiliki segmen wisata dan budaya lokal Banyuwangi

o   Media sosial dan web berbagi video mengenai destinasi wisata dan budaya lokal yang ada di desa kampung anyar

 

·         Pengambilan data sampling dalam penelitian dilakukan menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kriteria yang telah dipilih. Pada penelitian tentang wisata dan budaya lokal Banyuwangi maka criteria yang dipakai antara lain:

a)      Konten web dari komunitas lokal atau blog lokal yang mendiskusikan atau membahas topik-topik terkini yang berkaitan dengan wisata dan budaya lokal Desa Kampung anyar

b)      Konten web dari portal agen travel wisata lokal Banyuwangi

c)      Konten berita lokal terkini mengenai wisata atau budaya lokal

d)      Konten media sosial dan situs berbagi video mengenai wisata atau budaya local.

e)      Konten web wisata dan budala lokal Banyuwangi yang bersifat false content baik false positive atau false negative untuk mencegah penyebaran konten palsu (hoax)

 

Kaitan atau pengaruh keberagaman budaya terhadap web content tsb

Kaitan antara keberagaman budaya terhadap web content adalah web ini dibuat dalam rangka menguatkan nilai lokal dengan informasi yang relevan mengenai pariwisata promosi wisata dan budaya di desa kampung anyar sehingga dikemukakan solusi dalam pengembangan promosi wisata dan budaya berbasis web dengan melindungi nilai lokal melalui metode content curation. Salah satu model promosi wisata dan budaya Banyuwangi yang paling efektif dan mudah dicari orang adalah melalui web yang diakses dari situs-situs pencarian seperti Google, Yahoo atau Bing. Promosi wisata dan budaya Banyuwangi dapat dilihat dari website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, website agen-agen wisata lokal, media sosial, layanan berbagi video lokal atau dapat ditemukan melalui berita-berita harian lokal. Namun tidak ada satupun dari website tersebut yang memberikan informasi antara objek wisata dan budaya Banyuwangi dengan akses panduan kunjungan lokal dan peran masyarakat di sekitar objek wisata dan budaya Banyuwangi.

Dari penelitian web mash-up pariwisata yang telah dilakukan diketahui keterkaitan antara objek wisata dan budaya dengan aktivitas sekitarnya tidak diketahui dan tidak menunjukkan adanya perlindungan nilai lokal. Dengan menggunakan ontologi pada content curation sebagai komponen penyusun web mash-up khususnya pada bidang pariwisata akan meningkatkan akurasi dan keterkaitan antara berbagai informasi yang berkaitan dengan suatu objek wisata dan budaya sehingga akan meningkatkan perlindungan nilai lokal. Untuk mengatasi permasalahan yang ada maka dalam usulan penelitian ini akan dikembangkan web mash-up untuk promosi wisata dan budaya desa kampung anyar dengan perlindungan nilai lokal melalui content curation.

 

Kesimpulan

1)      Informasi yang dipublikasi di website ini merupakan informasi terbaru dan lebih bervariasi karena diperoleh dari berbagai sumber seperti social media maupun youtube.

2)      Hasil luaran sistem berupa perangkat lunak berbasis web dapat membantu Desa Kampung anyar dalam mempromosikan potensi wisata di desa kampung anyar diharapkan dapat membantu menambah pengunjung yang berwisata di desa kampung anyar karena adanya publikasi digital tentang destinasi wisata di desa kampung anyar

3)      Admin cukup mencari artikel terkait dengan wisata desa kampung anyar dan kegiatannya tanpa perlu lagi membuat konten publikasi.

4)      Publikasi melalui media internet merupakan cara yang paling cepat untuk menyebarkan informasi, hal ini merupakan cara yang tepat dalam pemasaran pariwisata untuk mempengaruhi calon wisatawan sehingga memiliki rasa ingin tahu dan ingin berkunjung ke destinasi wisata dalam hal ini adalah destinasi wisata di desa kampung anyar.

5)      Dengan melakukan content curation dapat menarik perhatian pembaca dan memicu interaksi social seperti retweet atau like, sehingga konten yang dikurasi lebih tersebar luas.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Perkembangan Televisi Digital dan Televisi Analog

Musik Digital: Produksi, Distribusi dan Konsumsi

Perbedaan Algoritma DDA, Bresenham dan Midpoint Circle